Tag: dosen

  • LPDP ‘Hanya’ Efisiensi Operasional, Semua Beasiswa Tetap Gas Pol Rem Blong!


    Depok

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ‘hanya’ kena efisiensi operasional. Semua program beasiswa tetap gas pol rem blong!

    “LPDP tidak kena efisiensi, layanan kita tetap. Yang kita melakukan efisiensi ini adalah operasional kita. Ya, operasional itu efisiensi selalu kita lakukan. Tahun ini juga kita lakukan,” tutur Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso saat ditanya detikEdu.

    Hal ini dikatakan Dwi Larso usai penutupan ‘Program Pelatihan Persiapan Talenta Muda bagi Guru Pembimbing Tahun Anggaran 2025’ di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/3/2025).


    Dwi mencontohkan efisiensi operasional itu seperti sosialisasi beasiswa LPDP. Tadinya sosialisasi beasiswa LPDP di berbagai daerah diadakan secara luar jaringan (luring). Namun kini digelar melalui webinar atau zoom online.

    “Sehingga itu sangat efisien. Dan efisiensi itu kita pakai untuk tentunya menambah layanan kita ya untuk memberikan tambahan beasiswa dan segala macam,” jelas Dwi.

    Program Prioritas Beasiswa LPDP di 2025

    Untuk 2025 ini, LPDP fokus ke area yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Salah satunya beasiswa S3 bagi para dosen.

    “Tentunya program S3 selalu menjadi yang utama karena dia orang itu biasanya bisa mendidik karena dia dosen kan. Itu fokus,” imbuh Dwi.

    Kemudian, LPDP makin melirik diferensiasi negara tujuan beasiswa yang tak terfokus pada satu-dua negara saja.

    “Kemudian juga kita juga menyebar ke negara-negara yang lebih banyak. Artinya kan Indonesia pantas untuk mengirim ke berbagai negara, tidak hanya ke satu, dua, tiga negara saja. Itu juga kita support ya negara-negara baru yang maju-maju itu juga kita dukung,” imbuhnya.

    Negara-negara maju baru itu seperti China, India, Uni Emirat Arab (UEA), Turki selain negara-negara yang sudah maju seperti Singapura, Amerika Serikat (AS), Belanda, Australia, Jerman hingga Jepang. Prioritas LPDP juga menyusun skema pendanaan co-funding atau bersama mitra negara tujuan studi agar makin banyak mahasiswa yang bisa dibiayai.

    “Prioritas itu co-founding, di mana rupiah Indonesia digabungkan dengan dukungan dari sponsor negara lain, otoritas lain. Artinya satu rupiah Indonesia, atau harusnya buat satu orang, bisa menjadi dua orang, tiga orang kalau kita kerja sama dengan negara lain, itu yang ada di prioritas,” jelas Dwi.

    Program beasiswa afirmasi, targeted dan umum juga tetap jalan.

    Pelamar Beasiswa LPDP Tahap 1 2025 Capai 38 Ribu

    Dwi juga mengungkapkan jumlah pelamar beasiswa LPDP tahap 1 tahun 2025 yang hasil seleksi administrasinya baru diumumkan 7 Maret 2025 lalu. Menurut Dwi, pelamar beasiswa tahun ini berpotensi lebih tinggi atau tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

    “Masih seleksi, belum diterima, pendaftarnya untuk tahap 1, 38 ribu, ini paling tinggi. Tahun lalu 2 tahap, pendaftarnya 52 ribu. Kalau tahap 1 tahun ini 38 ribu, setahun ini bisa 76 ribu kalau sudah dua tahap,” imbuhnya.

    Faktor-faktor yang membuat pendaftar beasiswa LPDP ini membludak, menurut Dwi, karena LPDP makin populer hasil sosialisasi yang makin bagus. Kemudian di sisi lain juga dipercaya publik bahwa LPDP bisa diandalkan untuk memilih putra putri terbaik.

    “Jadi kita betul-betul pada proses seleksi kita, baik seleksi administrasi, kemudian yang belum punya LOA ada seleksi akademik, kemudian seleksi substansi dan semuanya sangat merit system. Semuanya pada sistem yang sudah mapan, semuanya dilakukan oleh para ahli dan skornya langsung keluar gitu kalau tes bakat skolastik sehingga basisnya pada ukuran-ukuran objektif,” urainya.

    Gas Pol Rem Blong Kejar Target

    Dalam sambutan penutupan ‘Program Pelatihan Persiapan Talenta Muda bagi Guru Pembimbing Tahun Anggaran 2025’, Dwi menuturkan LPDP sedang gas pol rem blong untuk program beasiswa.

    “Kalau bisa membiayai sebanyak-banyaknya putra-putri terbaik bangsa, gaspol tapi rem blong, gak perlu direm, kejar ketertinggalan,” tegas Dwi.

    Alasannya, Dwi membandingkan kondisi Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Malaysia. Di Indonesia, bila diambil 200 orang acak, hanya 1 orang bergelar S2-S3. Di Malaysia, dari 200 orang random ada 5 orang bergelar S2-S3. Di negara-negara maju, bisa 10 orang dari 200 orang random.

    Proporsi penerima beasiswa LPDP, Dwi merinci:

    • 45% guru/pendidik/dosen
    • 23% PNS-TNI-Polri
    • 30% sisanya ada 5-8% wirausaha

    “Wirausaha ini sangat dibutuhkan apalagi kalau banyak pengangguran,” imbuhnya.

    “Sudah menyebar LPDP itu apa, usaha kita gaspol remblong,” tegasnya.

    “Semua yang ada dana untuk LPDP, dana beasiswa kita pakai semaksimal mungkin untuk memberikan, tidak ada yang tersisa untuk kita simpan, untuk bagi hasilnya,” jelas Dwi kepada detikEdu.

    (nwk/pal)


    Nograhany Widhi Koesumawardani


    Jurnalis detikcom. Masuk dunia jurnalistik sejak SMA, bergabung dengan detikcom di 2006 usai lulus dari Universitas Brawijaya. Aktif meliput isu nasional, kini menangani topik seputar pendidikan, sains dan semacamnya.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Beasiswa Pascasarjana ITS Ini Bisa Dipilih, Tunjangan Hidup Capai Rp 5 Juta



    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tengah membuka tiga jenis beasiswa khusus mahasiswa pascasarjana. Nantinya, mahasiswa bisa mendapatkan bantuan biaya hidup hingga Rp 5 juta.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, ProfNurulWidiastuti, mengatakan jika program beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana dengan potensi unggul. Ia berharap agar program ini dapat membantu meningkatkan ranking ITS di kancah internasional.

    “Tak hanya itu, tujuan dari program ini juga sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yakni tentang pendidikan bermutu,” tutur Guru Besar Departemen Kimia ITS itu dalam laman ITS dikutip Senin (28/4/2025).


    Total, tiga beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa FAST-D, Beasiswa Unggulan, dan Global Excellence Scholarship. Berikut penjelasannya.

    3 Jenis Beasiswa Pascasarjana ITS

    1. Beasiswa Fast-D

    Beasiswa Fast-D adalah beasiswa program magister dan doktor dalam empat tahun yang diperuntukkan lulusan sarjana berprestasi. Syarat pendaftaran Beasiswa Fast-D adalah sebagai berikut:

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Lulusan Sarjana yang berprestasi (Fresh Graduate)
    3. Berasal dari program studi dengan akreditasi Unggul dan IPK di atas 3,5
    4. Memiliki sertifikat TOEFL dan TPA minimal 500
    5. Usia pelamar tidak melebihi 24 tahun per tanggal 31 Agustus 2025
    6. Wajib memiliki surat rekomendasi dari dosen pembimbing Sarjana (sesuai pedoman)
    7. Tidak sedang menerima beasiswa lainnya
    8. Memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat serta bebas dari narkoba, psikotropika, dan obat terlarang.
    9. Bersedia mengikuti pendidikan pascasarjana selama empat tahun serta ketentuan lain yang dituangkan dalam kontrak beasiswa.

    2. Beasiswa Unggulan ITS

    Beasiswa Unggulan ITS adalah program doktor tiga tahun yang ditujukan bagi lulusan magister. Para pelamar wajib memiliki:

    1. Satu publikasi nama pertama pada jurnal nasional terakreditasi minimal SINTA 4 atau
    2. Seminar internasionalterindeksScopus atau web of science.beasiswa hanya e.

    3. Global Excellence Scholarship

    Terakhir adalah Beasiswa Global Excellence Scholarship yang merupakan program doktor tiga tahun untuk mahasiswa internasional. Syarat beasiswa ini juga berbeda dengan beasiswa lainnya, yaitu:

    1. Menyertakan dokumen tambahan yakni paspor
    2. Surat pernyataan yang memuat alasan memilih studi di Indonesia dan rencana akademik.

    Mahasiswa akan menerima bebas biaya uang kuliah serta biaya hidup sebesar Rp 5 juta per bulan selama masa studi yang telah ditentukan. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan dana penelitian sebesar Rp 50 juta per tahun.

    Tahapan registrasi bagi calon mahasiswa akan dimulai pada 1 – 29 Juli 2025 setelah proses pemilihan calon promotor dengan tahapan sosialisasi, penjaringan, proses seleksi, hingga pengumuman dalam rentang tanggal 24 April hingga 9 Mei 2025. Adapun registrasi bagi mahasiswa internasional akan dilaksanakan pada 9 – 31 Mei 2025.

    (nir/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • ITS Buka Beasiswa Fast Track untuk Fresh Graduate, Kuliah S2-S3 Hanya 4 Tahun



    Jakarta

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka berbagai skema beasiswa fast track. Beasiswa-beasiswa ini memungkinkan mahasiswa lulus S2 hingga S3 dalam waktu singkat.

    “ITS membuka peluang emas lewat program beasiswa S2 dan S3 bagi kamu yang siap menjawab tantangan masa depan melalui penelitian dan kolaborasi internasional! Beasiswa tersebut adalah Beasiswa Fast-D, Beasiswa Unggulan ITS, dan Global Excellence Scholarship,” tulis unggahan Instagram @its_campus dilansir Selasa (6/5/2025).

    Apa saja keunggulan tiga beasiswa tersebut dan bagaimana cara daftarnya? Simak di sini lebih lanjut.


    Jenis-jenis Beasiswa Fast Track di ITS

    1. Beasiswa FAST-D

    Beasiswa FAST-D bisa dicoba oleh detikers yang ingin mengenyam pendidikan hingga S3 setelah lulus S1. Lewat beasiswa ini, mahasiswa hanya akan menempuh S2 dan S3 selama kurang lebih empat tahun.

    Syarat utama daftar beasiswa ini adalah alumnus ITS yang wisuda angkatan 130-132. Tak hanya bagi alumni, beasiswa juga bisa dicoba oleh lulusan kampus lain maksimal pada September 2024.

    Keuntungan memperoleh beasiswa ini antara lain:

    – Bebas uang kuliah
    – Tunjangan senilai Rp 5 juta/bulan
    – Dana penelitian Rp 50 juta/tahun (mulai tahun kedua)
    – Dibimbing dosen pembimbing H-index tinggi.

    2. Beasiswa Unggulan ITS

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi lulusan S2 yang sudah memiliki gelar master dan publikasi ilmiah. Penerima Beasiswa Unggulan ITS hanya menempuh S3 dalam tiga tahun.

    Beasiswa ini cocok bagi mahasiswa yang punya semangat penelitian tinggi. Untuk daftar beasiswa, syarat khusus yang harus dimiliki pelamar adalah lulusan S2 dengan satu publikasi ilmiah yang minimal terbit di SINTA 4 atau Scopus/WoS.

    Berbeda dengan Beasiswa Fast-D, manfaat memperoleh beasiswa ini antara lain:

    – Bebas uang kuliah
    – Tunjangan Rp 5 juta/bulan
    – Dana penelitian Rp 50 juta/tahun
    – Dosen pembimbing H-index minimal skor 8.

    3. Beasiswa Keunggulan Global

    ITS menyediakan beasiswa lain untuk mahasiswa asing atau internasional. Melalui beasiswa ini, mahasiswa dibebaskan biaya kuliah S3 atau doktor selama tiga tahun.

    Syarat daftar beasiswa ini harus merupakan pelajar internasional, mempunyai paspor, membuat surat motivasi, dan membuat rencana akademik.

    Adapun keuntungan penerima Global Excellence Scholarship yakni:

    – Bebas uang kuliah
    – Tunjangan Rp 5 juta/bulan
    – Dana riset Rp 50 juta/bulan
    – Promotor H-index minimal 6 dengan pengalaman riset global.

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana ITS

    • Sosialisasi beasiswa: 24 April-9 Mei 2025
    • Promotor Seleksi: 24 April-9 Mei 2025
    • Pendaftaran FAST-D & Beasiswa Unggulan: 1-29 Juli 2025
    • Pendaftaran Beasiswa Global Excellence: 9-31 Mei 2025

    Demikian informasi beasiswa yang ditawarkan ITS bagi calon mahasiswa baru. Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di laman https://www.its.ac.id/pascasarjana/beasiswa/informasi-beasiswa/

    (cyu/nah)


    Cicin Yulianti


    Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Program BPI Pathway Luar Negeri 2024 Tahap 2 Diputus, Bagaimana Nasib Dosen?



    Jakarta

    Sejumlah dosen penerima beasiswa (awardee) Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Doktor Luar Negeri Pathway 2024 Tahap 2 mendatangi Grha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Senin (26/5/2025) untuk menggelar aksi damai dan audiensi dengan pihak kementerian.

    Mereka meminta kejelasan nasib 42 awardee usai program BPI Pathway ini diputus. Program BPI Pathway 2024 adalah beasiswa persiapan (pathway) doktor luar negeri bagi dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/Pendidikan Profesi Guru (LPTK/PPG) atau vokasi.

    Dosen penerima beasiswa persiapan ini antara lain menjalani program penguatan bahasa Inggris untuk mendukung peluang mendapat pernyataan diterima tanpa syarat (Letter of Acceptance) dari kampus.


    Dikutip dari sosialisasinya di kanal YouTube USAID Teman LPDP pada 17 Juni 2024 lalu, beasiswa persiapan doktor ini merupakan kerja sama Kemdiktisaintek dengan United States Agency for International Development (USAID), badan bantuan luar negeri dan bantuan pembangunan dari pemerintah Amerika Serikat.

    Jika sudah mendapat LoA Unconditional dari kampus AS, maka penerima beasiswa akan didanai studi program doktor sampai lulus sesuai ketentuan. Pemberangkatan ke kampus AS dijadwalkan terbang paling lambat Desember 2025.

    Berdasarkan panduan pendaftaran resminya, dosen peserta beasiswa BPI Pathway 2024 yang sudah menjalani persiapan (pathway) diminta mengajukan LoA Unconditional dari tiga perguruan tinggi di AS. Jika tidak dapat LoA, dosen harus bersedia mengundurkan diri dari program beasiswa.

    Perwakilan penerima Beasiswa BPI Pathway Batch 2 Adrian Damora mengatakan, kendati kebijakan politik AS membuat program beasiswa persiapannya terhenti di tengah jalan, para dosen lanjut persiapan mandiri, termasuk memenuhi syarat bahasa Inggris dari kampus tujuan.

    Mereka mengharapkan tetap dapat mengajukan LoA Unconditional dari perguruan tinggi luar negeri dan mendapat pendanaan beasiswa kuliah program doktor setelah persiapan tersebut.

    Ia mencontohkan, sejumlah awardee mengeluarkan uang pribadi untuk penguatan bahasa Inggris di kampung Inggris. Adrian sendiri yang seorang dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh membayar biaya tes dan ongkos dengan uang pribadi untuk dapat ikut tes bahasa Inggris TOEFL iBT yang tersedia di Medan.

    Sejumlah awardee juga telah mendaftar ke kampus luar negeri dengan uang sendiri. Beberapa di antaranya juga telah mendapatkan LoA Unconditional. Namun, ia menyayangkan saat mengetahui bahwa hasil pertemuan terakhir dengan Kemdiktisaintek antara lain yakni penerima Beasiswa BPI Pathway Doktor Luar Negeri 2024 Batch 2 akan diberi skema baru dari Kemdiktisaintek berupa beasiswa joint degree program doktor. Tiga tahun di dalam negeri, satu tahun pengalaman di luar negeri.

    Sementara itu, 26 orang awardee Batch 1 sebelumnya telah berangkat ke berbagai kampus di AS, Australia, dan Selandia Baru.

    “Harapan kami adalah, ini (awardee Batch 2 yang sudah punya LoA Unconditional) tetap diberangkatkan ke luar negeri. Negaranya kami pun sebenarnya tidak harus ke US gitu ya,” kata Adrian pada detikEdu, Senin (26/5/2025).

    “Teman-teman ada yang bahkan sudah punya LoA dari New Zealand, Malaysia, dan sebagainya.Kalau bisa digunakan LoA itu akan lebih bagus. Tinggal dicairkan beasiswa (program gelar doktornya),” imbuhnya.

    Adrian menggarisbawahi, sesuai sosialisasinya, beasiswa BPI Gelar diadakan oleh Pemerintah Indonesia dengan pendanaan bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Untuk itu, ia menilai pendanaan studi doktor bagi awardee beasiswa pathway (persiapan) tetap dapat dilanjutkan.

    USAID Tutup dan Nasib Beasiswa BPI Pathway

    Sejak Donald Trump menjabat Presiden AS lagi mulai 20 Januari 2025, bantuan USAID dipangkas pada berbagai program di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Ia juga mengupayakan penutupan badan pembangunan internasional AS.

    Sementara USAID tidak dapat ditutup tanpa persetujuan kongres di AS, Trump menunjuk Departemen Luar Negeri AS untuk bertanggung jawab mengelola program-program USAID yang tersisa mulai 1 Juli 2025. Namun, belum jelas program mana saja yang akan diurus, dilansir Independent.

    Respons Kemdiktisaintek >>>

    Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Henri Togar Hasiholan Tambunan mengatakan Program Pathway (persiapan) merupakan salah satu program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek dengan pemerintah AS melalui USAID untuk menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris sebagai rangkaian dari Program Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemendikbudristek (yang kini pecah tiga, salah satunya jadi Kemdiktisaintek).

    Program ini berlangsung selama 12 bulan terhitung sejak bulan Oktober 2024 sebagai durasi awal pelatihan persiapan. Ia menambahkan, pada perkembangannya, terdapat kebijakan baru oleh Pemerintah Amerika Serikat.

    Merujuk pada dokumen yang diterbitkan oleh Presiden AS tertanggal 20 Januari 2025 mengenai “Evaluasi Ulang dan Penyelarasan Bantuan Luar Negeri Amerika Serikat” tercantum pada poin ketiga, bahwa AS telah memerintahkan penghentian sementara selama 90 hari terhitung sejak Executive Order (EO) tersebut dikeluarkan perihal segala kewajiban dan pencairan dana bantuan untuk pembangunan ke negara-negara asing, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga internasional sambil menunggu tinjauan atas program untuk efisiensi program yang sesuai dengan kebijakan AS.

    Selanjutnya, USAID berhenti beroperasi semenjak Executive Order 1419 tertanggal 20 Januari 2025 dan sampai hari ini belum ada kejelasan untuk program USAID di seluruh dunia, termasuk melaksanakan program Pathway (Persiapan) dan memberikan rekomendasi untuk peserta Pathway.

    Henri mengatakan, Kemdiktisaintek sebagai salah satu mitra yang bekerja sama dengan USAID menjadi pihak yang terdampak oleh kebijakan Pemerintah AS, khususnya terkait penghentian sementara USAID selaku pelaksana program Pathway (persiapan).

    “Konsekuensi dari penghentian ini adalah program Pathway (Persiapan) sebagai bagian dari program yang berada di bawah pendanaan USAID, tidak dapat dilanjutkan seperti yang telah disepakati,” tulisnya pada detikEdu, Senin (26/5/2025).

    Ia membenarkan bahwa Kemdiktisaintek kini program beasiswa doktoral skema joint degree bagi awardee Beasiswa BPI Pathway 2024 Batch 2.

    “Kemdiktisaintek tetap berkomitmen mendukung pengembangan kualitas SDM bagi dosen dengan memberikan kesempatan melalui program beasiswa doktoral dalam negeri dengan skema Joint Degree (JD) yang memungkinkan peserta menempuh pendidikan di dalam negeri dan memiliki pengalaman studi di luar negeri sesuai dengan kesepakatan dan ketersediaan program studi pada setiap perguruan tinggi,” sambungnya.

    Adrian mengatakan, pihaknya kini tengah menjajaki komunikasi dengan Komisi X DPR terkait nasib awardee Beasiswa BPI Pathway Doktor Luar Negeri 2024 Batch 2.

    Ia pun mengungkapkan pada 12 Februari 2025 para dosen mengadakan pertemuan daring dengan pejabat dari Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek yaitu Anton Rahmadi dan Septien Prima Diassari.

    Adrian mengklaim, para pejabat tersebut meyakinkan peserta bahwa hak beasiswa tidak hangus dan tetap diberikan sebagaimana hainya awardee BPI Pathway Luar Negeri Tahap 1 sebanyak 26 orang yang sukses berangkat ke berbagai perguruan tinggi di AS, Australia, dan Selandia Baru.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 74,95% Dosen RI Belum S3, Kemdikti Luncurkan Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025


    Jakarta

    Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) 2025 dibuka Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Periode pendaftaran berlangsung mulai Senin, 2 Juni 2025 sampai 14 Juni mendatang.

    Beasiswa PDDI adalah beasiswa doktor bagi dosen pada perguruan tinggi dalam koordinasi Kemdiktisaintek. Pendanaan beasiswa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan pada DIPA Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek.

    Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto mengatakan beasiswa ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas dosen dengan menempuh program doktor. Ia menjelaskan sekitar 74,95 persen dosen di Indonesia belum berkualifikasi pendidikan doktor.


    Brian mengatakan peningkatan kualifikasi dosen turut mendukung naik pangkat dan mendukung kesejahteraan dosen. Untuk itu, ia menyatakan, pihaknya kini juga tengah mengupayakan beasiswa doktor bagi dosen dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan beasiswa dari riset, khususnya pada topik prioritas pemerintah.

    “Barangkali tahun depan dana penelitian langsung kita blok untuk S3,” ucapnya di peluncuran Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia 2025 di Grha Kemdiktisaintek, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2025).

    Beasiswa Doktor untuk Dosen 2025

    Beasiswa doktor untuk dosen Kemdiktisaintek 2025 ini dibuka bagi dosen yang telah diterima pada perguruan tinggi di dalam negeri sesuai skema beasiswa pada prodi yang telah ditetapkan PPPAPT. Usia maksimalnya yakni 51 tahun bagi program doktor 3 tahun dan 2 tahun bagi program doktor 4 tahun.

    Bagi pendaftar program joint degree atau dual degree, maka dosen bersangkutan disyaratkan menyertakan perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) program tersebut. Opsi pola pada program doktor 4 tahun yaitu 2 tahun di dalam negeri dan 2 tahun terakhir di luar negeri (2+2) atau 3 tahun di dalam negeri dan 1 tahun terakhir di perguruan tinggi luar negeri (3+1).

    Pendaftaran beasiswa doktor untuk dosen 2025 dari Kemdiktisaintek ini dibuka secara daring di laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh Guru PAI-Bahasa Arab, Ini Syaratnya



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) menyediakan beasiswa Sarjana (S1) untuk guru. Nantinya, guru dapat menempuh kuliah PJJ secara gratis di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

    “Pemberikan beasiswa untuk guru dan calon guru sangat penting, termasuk beasiswa S1 PJJ untuk merespon kompleksitas persoalan kehidupan yang serba digital,” kata Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal, Kementerian Agama, Ruchman Basori dikutip dari laman Kemenag, Jumat (18/7/2025).

    Penerima beasiswa dapat melanjutkan pendidikan untuk prodi S1 PJJ Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).


    “Guru dan calon guru harus terus-meneruskan ditingkatkan kualitasnya. Pemberian beasiswa Prodi PJJ Guru PAI, Guru Bahasa Arab dan PGMI pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menjadi pilot project Kementerian Agama,” kata Ruchman.

    Ada 2 Ribu Lebih Pendaftar Beasiswa Tahun Ini

    Berdasarkan catatan pendaftar tahun ini, ada sebanyak 2.451 yang melamar beasiswa. Hingga saat ini, sudah ada 3.313 orang yang memperoleh beasiswa sejak dibuka pada tahun 2022.

    Penyedia dana beasiswa kuliah PJJ ini adalah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Adapun Kemenag menjadi pengelola dan perancang desain beasiswanya.

    Ruchman menyebut pengadaaan beasiswa PJJ ini adalah mandat dari UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru tak hanya diberikan pelatihan tetapi juga studi lanjut.

    Syarat Daftar Beasiswa PJJ Guru PAI-Bahasa Arab

    Adapun syarat pendaftaran beasiswa PJJ Kemenag tahun ini adalah sebagai berikut:

    • Warga negara Indonesia
    • Berusia maksimal 47 tahun
    • Mempunyai ijazah atau surat tanda tamat belajar
    • Berstatus sebagai guru madrasah, guru sekolah, guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), atau guru pondok pesantren.
    • Mempunyai SK penempatan mengajar
    • Tidak sedang mendaftar sebagai PPPK atau PNS
    • Wajib mengikuti pendidikan dan menyelesaikan studi sesuai program beasiswa
    • Tidak sedang mendapat atau mendaftar beasiswa S1 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri
    • Direkomendasikan oleh pimpinan lembaga pendidikan
    • Mengisi data diri lengkap selama pendaftaran
    • Menandatangani surat pernyataan komitmen dan integritas di atas materai Rp 10.000

    Jika detikers tertarik mendaftar, bisa terus pantau informasi pembukaanya via website https://beasiswa.kemenag.go.id/ ya.

    (cyu/faz)


    Cicin Yulianti


    Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Sehat 2025 D3, Uang Pendidikan hingga Rp 10 Juta Per Semester


    Jakarta

    Kementerian Kesehatan dan Yayasan Khouw Kalbe membuka pendaftaran Beasiswa Sehat D3 2025. Mahasiswa baru jenjang D3 di Poltekkes Kemenkes se-Indonesia bisa mendaftar paling lambat 8 Agustus 2025.

    Dikutip dari laman resminya, Beasiswa Sehat dibuka untuk merespons ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di wilayah daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Mahasiswa Poltekkes dari luar Pulau Jawa dan Bali sangat direkomendasikan untuk mendaftar beasiswa ini.

    Mahasiswa penerima Beasiswa Sehat D3 2025 akan memperoleh bantuan dana pendidikan sebesar maksimal Rp 10 juta per semester hingga lulus. Dana ini meliputi uang kuliah tunggal (UKT), praktik, uji kompetensi, dan bantuan dana penelitian.


    Khusu dana penelitian dibatasi maksimal Rp 3 juta. Komponen ini diberikan khusus pada semester akhir.

    Di samping itu, penerima beasiswa akan menjalani program pengembangan kapasitas dan mentoring dari Yayasan Khouw Kalbe secara daring. Mahasiswa juga berkesempatan mengikuti seleksi Penugasan Khusus Kemenkes RI.

    Syarat Beasiswa Sehat D3 2025

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Perempuan
    • Usia 18-23 tahun
    • Belum menikah
    • Berasal dari 38 provinsi di Indonesia
    • Mahasiswa baru semester 1 jenjang D3 Poltekkes Kemenkes se-Indonesia
    • Aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi, kemasyarakatan, atau kompetisi, sesuai dengan program studi
    • Berkomitmen untuk berpartisipasi aktif pada seluruh rangkaian pelatihan pengembangan kapasitas yang disediakan beasiswa
    • Tidak sedang menerima beasiswa dengan skema yang sama dari institusi lain.

    Syarat Akademik

    • Nilai rapor pengetahuan dan keterampilan SLTA kelas 10-12 minimal 80 per semester
    • Menulis esai refleksi diri bertema Jalanku sebagai Penerima Beasiswa dalam Membangun Kompetensi untuk Masa Depan Demi Mengabdi ke Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK), minimal 350 kata, tulisan tangan, kertas A4 maksimal 2 halaman; dilarang menggunakan AI dan memplagiasi.

    Dokumen Persyaratan

    • Formulir pendaftaran daring, dilengkapi di https://bit.ly/DaftarBeasiswaSEHATD3
    • Hasil scan KTP
    • Hasil scan KK
    • Pasfoto 4×6, warna latar bebas, format JPG
    • Hasil scan tulisan esai pendaftaran
    • Hasil scan rapor SLTA kelas 10-12 (total 6 semester0
    • Hasil scan surat keterangan mahasiswa aktif resmi dari institusi pendidikan
    • Hasil scan surat rekomendasi dari dosen pembimbing akademik atau ketua program studi sesuai template pada https://bit.ly/SuratRekomendasiBS, pastikan diisi lengkap dengan menyertakan kop surat resmi institusi, tanda tangan pemberi rekomendasi, dan cap institusi.

    Jadwal Beasiswa Sehat 2025 Jenjang D3

    • Pendaftaran dan seleksi administrasi: 15 Juli-8 Agustus 2025
    • Pengumuman seleksi administrasi: 11-12 Agustus 2025
    • Tes wawancara: 13-20 Agustus 2025
    • Pengumuman seleksi wawancara: 22 Agustus 2025
    • Pertemuan induksi: 23 Agustus 2025
    • Registrasi ulang: 23 Agustus-5 September 2025
    • Orientasi: September 2025

    Sebelumnya, Beasiswa Sehat 2025 jenjang D4 sudah dibuka sampai 23 Juni 2025 lalu.

    Informasi Beasiswa Sehat 2025 jenjang D3 lebih lanjut bisa diakses di link https://www.yayasankhouwkalbe.org/beasiswa-sehat/SEHATD3. Unduh panduannya dengan klik DI SINI.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Rotary Yoneyama 2026, Kuliah di Jepang Jenjang S1-S3


    Jakarta

    Beasiswa Rotary Yoneyama Luar Negeri 2026 akan membuka pendaftaran mulai 1-31 Oktober 2025 mendatang. Jelang masa pendaftaran, peminat beasiswa bisa menyiapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

    Beasiswa S1-S3 di Jepang ini digelar oleh Rotary Yoneyama Memorial Foundation. Calon pendaftar tidak dibatasi dalam memilih bidang studi yang akan ditekuni di kampus mana saja di Jepang, seperti dijelaskan dalam panduan resminya.


    Beasiswa Rotary Yoneyama 2026

    Beasiswa ini meliputi:

    1. Dana:

    – Jenjang S1: 100.000 yen (Rp 11,1 juta) per bulan

    – Jenjang S2 dan S3: 140.000 yen (Rp 15,5 juta) per bulan

    2. Dana 250.000 yen (Rp 27 juta) untuk subsidi:

    – Penerbangan kelas ekonomi ke Jepang – Biaya transportasi di Indonesia dan Jepang

    – Biaya visa

    – Akomodasi hari pertama di Jepang hingga 10.000 yen (Rp 1,1 juta)

    Syarat Beasiswa Rotary Yoneyama 2026

    • Warga negara selain Jepang
    • Memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang (JLPT N4)
    • Mencari tahu dan mendaftar sendiri ke universitas atau sekolah pascasarjana Jepang sebelum melamar beasiswa ini
    • Surat rekomendasi dari pembimbing/dosen sekolah pascasarjana tujuan
    • Melamar pada program kelas reguler yang dimulai pada April, September, atau Oktober 2026
    • Tinggal di luar Jepang sampai mulai kuliah
    • Pasfoto 4 cm x 3 cm yang diambil 3 tahun terakhir
    • Esai dan rencana studi sesuai format
    • Surat rekomendasi sesuai format dari perguruan tinggi asal terakhir, tempat kerja terakhir, atau dosen pembimbing dari kampus tujuan
    • Salinan surat keterangan diterima (letter of acceptance) dari kampus tujuan jika ada

    Cara Daftar Beasiswa Rotary Yoneyama 2026

    • Mendaftar pada kampus tujuan
    • Unduh formulir pendaftaran beasiswa di link

    https://www.rotary-yoneyama.or.jp/english/overseas

    • Lengkapi formulir, dokumen, dan unggah:

    – Formulir pendaftaran

    – Rencana riset

    – Esai

    – Surat rekomendasi

    – Salinan LoA jika ada

    – Salinan catatan ujian atau bukti lamaran ke kampus tujuan jika tidak ada LoA

    – Salinan sertifikat JLPT

    Cek informasi beasiswa Rotary Yoneyama 2026 di https://www.rotary-yoneyama.or.jp/english/overseas. Unduh panduannya dengan klik DI SINI.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa S1 ITB Diperpanjang Sampai 14 September, Daftar di Link Ini



    Jakarta

    Beasiswa Utama LPS (BULPS) S1 Institut Teknologi Bandung (ITB) diperpanjang sampai 14 September 2025. Mahasiswa yang tertarik mendaftar bisa langsung menuju https://finaid.itb.ac.id.

    Jika diterima, mahasiswa akan mendapatkan uang beasiswa sebesar Rp1,5 juta per bulan selama 12 bulan. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan berbagai pelatihan soft skill serta komunitas.


    Tertarik mendaftar? Berikut informasi lengkapnya seperti dilansir dari laman Kemahasiswaan ITB.

    Manfaat Beasiswa S1 ITB BULPS 2025

    Uang beasiswa sebesar Rp. 1.500.000 perbulan selama 12 bulan
    Berbagai pelatihan softskill
    Capacity Building & Champion Camp
    Program Sosialisasi Komunitas
    Sharing Session

    Syarat Beasiswa S1 ITBBULPS 2025

    Kategori Beasiswa Prestasi

    Minimal mahasiswa semester 3 dan maksimal semester 5
    Telah menempuh minimal 40 SKS
    Usia maksimal 24 tahun saat pendaftaran
    IPK minimal 3.50
    Score TOEFL minimal 500/ setara
    Formulir Beasiswa LPS
    Surat rekomendasi dari dosen wali unduh
    Surat tidak sedang menerima beasiswa dari institusi lain
    Motivation letter berisi motivasi mengikuti beasiswa dan rencana karier ke depan dalam Bahasa Inggris

    Kategori Beasiswa Tidak Mampu

    Minimal mahasiswa semester 3 dan maksimal semester 5
    Telah menempuh minimal 40 SKS
    Usia maksimal 24 tahun saat pendaftaran
    IPK minimal 3.25
    Formulir Beasiswa LPS
    Surat rekomendasi dari dosen wali unduh
    Surat tidak sedang menerima beasiswa dari institusi lain
    Motivation letter berisi motivasi mengikuti beasiswa dan rencana karier ke depan dalam Bahasa Indonesia (Bahasa Inggris diutamakan)
    Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) minimal dari Desa/kelurahan daerah asal
    Surat penghasilan orang tua terbaru/Slip gaji orang tua terbaru

    Demikian informasi mengenai Beasiswa S1 ITB BULPS 2025. Tertarik mendaftar?

    (nir/pal)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com