Tag: kemenag

  • Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Ditunda, Sampai Kapan?



    Jakarta

    Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan penundaan pengumuman hasil seleksi administrasi program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025. Diketahui beberapa skema BIB sudah memasuki tahap pengumuman.

    Dalam unggahan media sosial Instagram @puspenma.kemenag_official, dijelaskan penundaan ini dikarenakan proses verifikasi dan evaluasi dokumen peserta masih berlangsung. Oleh karena itu, pengumuman mengalami keterlambatan.

    “Sehubungan dengan masih berlangsungnya proses verifikasi dan evaluasi dokumen para pendaftar, maka kami informasikan bahwa pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa Indonesia Bangkit mengalami perpanjangan waktu. Kami mohon pengertian dari seluruh peserta seleksi atas keterlambatan ini,” tulis unggahan tersebut, dikutip Sabtu (14/6/2025).


    Kapan Hasil Pengumuman Akan Diinformasikan?

    Terkait waktu penundaan, panitia tidak menyebutkan hingga kapan. Peserta diminta untuk terus memantau informasi baik lewat website atau media sosial Beasiswa Indonesia Bangkit atau Kemenag.

    “Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2025 ditunda hingga waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut,” tulis pengumuman.

    Cara Cek Hasil Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

    1. Buka laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/login
    2. Masuk dengan email dan kata sandi yang dipakai saat pendaftaran
    3. Setelah berhasil masuk, akan muncul status kelulusan administrasi peserta

    Alur Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

    1. Setelah dinyatakan lulus seleksi wawancara peserta mengisi formulir permohonan Letter of Sponsorship/Surat Keterangan Dukungan Pendanaan yang tersedia pada dashboard pendaftaran. Pengajuan Letter of Sponsorship harus memperhatikan hal ini:

    – Daftar perguruan tinggi dan prodi yang diajukan sesuai dengan tujuan studi yang tertera di akun pendaftaran.
    – Tanggal awal studi memperhatikan intake/mulai studi minimal pada ketentuan tahun studi di Beasiswa Indonesia Bangkit
    – Tanggal akhir studi merupakan estimasi tanggal akhir studi dengan ketentuan maksimal S1 (48 bulan), S2 (24 bulan), S3 (48 bulan)

    2. Verifikasi ajuan dan pengajuan berkas LoS/SKDP untuk ditandatangani pejabat berwenang oleh panitia seleksi.
    3. Pengiriman Letter of Sponsorship/Surat Keterangan Dukungan Pendanaan kepada Calon Penerima Beasiswa melalui email yang didaftarkan pada akun pendaftaran.
    4. Jika peserta telah mendapatkan Letter of Acceptance / Surat Keterangan Lulus pada salah satu dari prodi dan kampus selanjutnya mengajukan permohonan Surat Pernyataan dan Surat Perjanjian Beasiswa.

    5. Penerima akan menerima Surat Pernyataan dan Surat Perjanjian Beasiswa lewat email, kemudian peserta harus menandatanganinya sebagai komitmen dan kontrak antara Manajemen Pelaksana Beasiswa Indonesia Bangkit dan calon penerima beasiswa.

    6. Mengunggah kembali seluruh dokumen yang dikirimkan (bukan hanya bagian tanda tangan)
    7. Manajemen Pelaksana Beasiswa akan melakukan verifikasi terhadap Surat Pernyataan dan Surat Perjanjian Beasiswa. Jika sesuai, maka data calon penerima beasiswa diteruskan untuk proses SK penerima beasiswa.
    8. Pengurusan SK Penerima Beasiswa melalui beberapa tahapan hingga ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
    9. Setelah SK penerima beasiswa ditandatangani, dilanjutkan proses penerbitan Letter of Guarantee / Surat Keterangan Jaminan Pendanaan.
    11. SK Penerima Beasiswa dan LoG akan dikirimkan kepada penerima beasiswa bersamaan dengan informasi akun pencairan keuangan yang dikirimkan melalui email yang didaftarkan pada akun pendaftaran.

    Sudah siap menerima hasil seleksi administrasinya detikers?

    (cyu/pal)


    Cicin Yulianti


    Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Dana Abadi Bidang Pendidikan Capai Rp 154,11 T



    Jakarta

    Dana abadi bidang pendidikan yang dihimpun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mencapai Rp 154,11 triliun per 30 Juni 2025.

    Hal ini diungkapkan Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto dalam Paparan Rencana Kerja dan Anggaran Pagu Indikatif TA 2026 saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Senin (14/7/2025) di Gedung DPR RI, Jakarta.

    Sudarto memaparkan dana abadi tersebut terbagi atas dana abadi pendidikan (DAP) Rp 126,12 triliun, dana abadi penelitian (DAPL) Rp 12,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi (DAPT) Rp 10 triliun, dan dana abadi kebudayaan (DAKb) Rp 5 triliun.


    Pemanfaatan hasil pengembangan DAP sepanjang 2013 hingga 2025 telah memberikan beasiswa sebanyak 55.492 orang. “Terdiri atas beasiswa S2 sebanyak 40.284 orang, S3 sebanyak 11.829 orang, dan dokter spesialis sebanyak 3.379 orang,” ujar Sudarto.

    Selain itu, dari hasil pengembangan DAP juga diberikan beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) antara tahun 2021-2025 sebanyak 547.878 orang.

    Adapun kerja sama dengan Kementerian Agama dari 2022-2025 menjangkau 40.266 orang. “Terdiri dari 11.456 orang beasiswa S1 sampai S3 dan 29.449 orang beasiswa non-degree,” kata Sudarto.

    Penerima beasiswa on-going hingga 30 Juni 2025 sebanyak 34.373 orang dengan rincian beasiswa LPDP 18.630 orang, Kemendikdasmen-Kemdiktisaintek sebanyak 8.674 orang, dan Kemenag sebanyak 7.069 orang.

    Sementara hasil pengembangan DPAL telah membiayai 3.460 proyek riset termasuk kolaborasi dengan Kemdiktisaintek, Kemenag, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Termasuk 2.261 proyek riset on-going sebanyak 2.261 proyek.

    Adapun dari hasil pengembangan DAPT dari 21 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) telah dihasilkan 7.935 publikasi, 1.849 visiting professor, 576 postdoc fellowship, serta 6.800 pertukaran pelajar.

    Terakhir, penerima manfaat DAKb sebanyak 928 orang yang berbentuk perorangan, komunitas, lembaga, dengan keterlibatan 27.650 pelaku budaya.

    Sudarto juga menyebutkan target layanan yang didanai LPDP pada tahun 2026 adalah beasiswa sebanyak 14.160 orang, riset 42 proyek, DAPT 23 PTNBH, serta DAKb sebanyak 4 program utama.

    (pal/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Dirjen Pendis Kemenag Ungkap PIP Madrasah Tahap I Sudah 100 Persen Tersalurkan



    Jakarta

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag) Amien Suyitno ungkap dana Program Indonesia Pintar (PIP) Madrasah tahap I tahun 2025 sudah dicairkan seluruhnya. Bahkan sekarang kini Kemenag tengah membuka pendaftaran PIP untuk tahap kedua.

    “PIP tahap I sudah cair, sekarang sudah di rekeningnya masing-masing. Sekarang sudah (mulai) masuk tahap II, sudah mulai pendaftaran lagi,” ucap Amien Suyitno usai acara Rakornas “Pembentukan Karakter Anak Bangsa melalui Efektivitas Penerapan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama pada Satuan Pendidikan RA, MI, MTs, MA/MAK” di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2025).


    Cara Ambil Dana PIP Tahap I

    Lebih lanjut Amien menyatakan penerima PIP Madrasah merupakan siswa yang berasal dari keluarga dengan kategori miskin. Bila seluruh syarat telah dipenuhi, siswa sudah memiliki rekening dan masuk dalam daftar penerima, maka ia pasti mendapat dana PIP tahap I.

    Dalam petunjuk teknis (juknis) PIP Madrasah 2025, cara penarikan dana bantuan bisa dilakukan dengan cara:

    • Penarikan dana PIP dapat langsung dilakukan setelah aktivasi rekening dari masing-masing siswa.
    • Penarikan dana PIP dapat dilakukan dengan menggunakan buku tabungan SimPel atau kartu debit ATM.
    • Penarikan dana PIP dapat dilakukan secara langsung oleh peserta didik yang bersangkutan didampingi guru/orang tua/wali/kepala madrasah di kantor bank penyalur.
    • Penarikan dana PIP bisa dilakukan secara kolektif oleh kuasa peserta didik melalui kuasa penerima dana PIP ke unit kerja operasional atau petugas unit kerja operasional bank penyaluran.
    • Dana PIP yang ditarik secara kolektif harus segera disalurkan kepada peserta didik yang bersangkutan dibuktikan dengan tanda terima kwitansi/daftar tanda tangan oleh peserta didik.
    • Penarikan baik secara individu atau kolektif tidak dikenakan pemotongan dana dalam bentuk apapun ataupun biaya administrasi perbankan.

    Ketika artikel ini ditulis pada Kamis (31/7/2025) pukul 18.42 WIB, laman PIP Kemenag pada tautan https://pipmadrasah.kemenag.go.id/ sedang mengalami eror. Ketika disampaikan kepada Amien Suyitno, ia menyatakan pihaknya akan mengecek dan memperbaiki kembali.

    “Hari ini aja mungkin (sedang eror). Nanti saya cek lagi,” tegasnya.

    Cara Daftar PIP Madrasah Tahap II

    Usai pencairan dana PIP Madrasah tahap I, Kemenag segera membuka pendaftaran PIP Madrasah tahap kedua. Adapun syarat dan cara mendaftarnya berdasarkan aturan terkait, yakni:

    1. Ditujukan bagi siswa madrasah berusia 6-21 tahun dari keluarga miskin/rentan miskin.

    2. Siswa tercatat aktif di satuan pendidikan Madrasah yang memiliki Nomor Statistik Madrasah (NSM).

    3. Siswa madrasah memiliki NISN dan NIK yang valid dari Education Management Information System (EMIS).

    4. Siswa dari keluarga miskin/rentan miskin yang diusulkan oleh madrasah melalui persetujuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kepala Desa/Kelurahan dengan mempertimbangkan kriteria:

    • Siswa berstatus yatim/piatu/yatim piatu/anak yang tinggal di panti asuhan.
    • Siswa berasal dari daerah yang terdampak bencana alam.
    • Siswa berkebutuhan khusus.
    • Siswa yang orang tua/walinya berstatus narapidana di lembaga pemasyarakatan.
    • Siswa yang berstatus sebagai tersangka atau narapidana di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan.
    • Siswa putus sekolah yang kembali bersekolah.
    • Siswa yang mendapat rekomendasi tidak mampu dari Kepala Madrasah dibuktikan dengan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM).

    Siswa didaftarkan atau diusulkan oleh pemangku kepentingan yang bersumber melalui EMIS.

    Demikianlah informasi terbaru tentang PIP Madrasah Kemenag 2025. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (det/pal)


    Devita Savitri


    Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom sejak 2023. Tertarik dan aktif meliput isu terkait pendidikan dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Buka Beasiswa Bahasa Inggris untuk Guru MI, Klik https://s.id/KursusguruMI



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membuka program kursus bahasa Inggris untuk guru madrasah ibtidaiyah (MI). Kemenag akan memberikan beasiswa untuk 300 guru yang terpilih.

    Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MI dalam pengajaran bahasa Inggris supaya selaras dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.

    “Ini adalah bentuk ikhtiar serius kami untuk mempersiapkan guru MI agar mampu mengajar Bahasa Inggris dengan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan berbasis kebutuhan anak,” kata Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar di Jakarta (25/7/2025), dikutip dari keterangan resmi dalam situs Kemenag RI.


    Ia menyebut dengan penguasaan metodologi dan alat asesmen yang baik, maka guru akan lebih percaya diri dan terampil dalam menyalurkan keterampilan bahasa kepada peserta didik.

    Program ini dilaksanakan secara daring dan terbuka untuk semua guru MI dari seluruh wilayah Indonesia. Pendaftarannya dibuka pada 24-31 Juli 2025 melalui https://s.id/KursusguruMI.

    Apa Saja yang Akan Dipelajari?

    Pada program ini, guru akan dibekali keterampilan memetakan kebutuhan bahasa Inggris siswa, menguasai teknik pengajaran keterampilan bahasa (listening, speaking, reading, dan writing), kosakata, tata bahasa, dan memahami pendekatan pembelajaran serta asesmen yang sesuai perkembangan usia.

    Thobib menyebut program ini merupakan kolaborasi antara Direktorat GTK Madrasah dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui Regional English Language Office (RELO), serta kerja sama dengan asosiasi pengajar Bahasa Inggris internasional, TESOL.

    Ia menyebut, kolaborasi ini merupakan bukti penguatan guru madrasah tak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh dukungan jejaring global. Maka, dengan melibatkan RELO-TESOL, pihaknya ingin memastikan standar pelatihan terbaik untuk guru MI.

    Direktorat GTK Madrasah berharap program ini mampu membuat ekosistem pembelajaran bahasa Inggris di MI semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan globalisasi sejak dini.

    (nah/pal)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com