Tag: lembaga pengelola dana pendidikan

  • H-6 Pendaftaran LPDP Tahap 2 Tahun 2025 Ditutup, Cek Lagi Dokumen Syaratnya!


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahap 2 tahun 2025 segera ditutup pada 31 Juli 2025 mendatang. Setidaknya, detikers masih punya waktu 6 hari untuk menyelesaikan pendaftaran.

    Seperti yang diketahui, proses pendaftaran LPDP dilakukan secara daring melalui laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/. Pada tahap pertama, calon awardee akan menghadapi seleksi administrasi.

    Seleksi ini akan menilai kesesuaian dokumen dengan syarat pendaftaran. Untuk kembali mengingatkanmu, berikut ini berbagai dokumen yang perlu dipenuhi pendaftar LPDP Tahap 2 Tahun 2025 dikutip dari laman resminya, Jumat (25/7/2025). Cek di sini ya!


    Dokumen Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025

    1. Diisi Melalui Online Form

    • Biodata diri
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat yang diterbitkan paling lama 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran beasiswa
    • Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit profil diri pada formulir pendaftaran online
    • Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Proposal penelitian (khusus doktor)
    • Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi.

    2. Dokumen Perlu Diunggah

    • Kartu tanda penduduk (KTP).
    • Scan ijazah S1/D4/S2 (asli atau legalisir) atau surat keterangan lulus (SKL)
    • Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi)
    • Scan transkrip nilai S1/D4/S2 (bukan transkrip profesi)
    • Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemdiktisaintek/Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah sesuai ketentuan
    • Dokumen konversi IPK dari Kemdiktisaintek/Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK sesuai ketentuan
    • Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli)
    • Letter of acceptance (LoA) unconditional yang sesuai dengan ketentuan LPDP (jika ada)
    • Surat rekomendasi dari akademisi atau tokoh masyarakat
    • Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan
    • Dokumen nomor induk dosen nasional (NIDN) bagi pendaftar berprofesi dosen tetap
    • Surat pernyataan promotor bagi pendaftar jenjang doktor (opsional)
    • Surat keterangan pimpinan instansi/lembaga/perusahaan bagi pendaftar jenjang doktor (opsional).

    Cara Daftar LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    • Mendaftar secara online di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    • Registrasi akun pendaftaran
    • Verifikasi akun pendaftaran di email masing-masing
    • Login ke akun menggunakan email dan password yang sudah didaftarkan sebelumnya
    • Update informasi data diri dan keluarga
    • Pendaftaran beasiswa
    • Lengkapi informasi penilaian diri
    • Lengkapi informasi riwayat pendidikan dan pekerjaan
    • Lengkapi informasi pengalaman organisasi
    • Lengkapi informasi lainnya seperti pengalaman latihan dan sebagainya
    • Unggah atau isi surat rekomendasi
    • Validasi pekerjaan PNS bagi pendaftar berstatus CPNS/PNS/TNI/POLRI
    • Unggah dokumen persyaratan
    • isi surat pernyataan dan submit pendaftaran
    • Memeriksa status pendaftaran
    • Tunggu pengumuman seleksi administratif.

    Ketentuan lengkap tentang cara mendaftar bisa dilihat dengan KLIK DI SINI.

    Jadwal Seleksi LPDP Tahap 2 Tahun 2025

    • Pendaftaran seleksi: 30 Juni – 31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus – 21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Pengajuan sanggah: 23 – 25 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 – 25 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober – 19 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025
    • Periode perkuliahan dimulai: Paling cepat Bulan Januari 2026.

    Informasi lain bisa dilihat dengan mengunjungi laman resmi LPDP pada tautan https://lpdp.kemenkeu.go.id/. Ingat pendaftaran sebentar lagi ditutup, jadi segera selesaikan ya detikers!

    (det/nah)


    Devita Savitri


    Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom sejak 2023. Tertarik dan aktif meliput isu terkait pendidikan dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beasiswa S1-S3 yang Masih Buka di Agustus 2025, Tujuan Dalam dan Luar Negeri



    Jakarta

    Bagi mahasiswa yang tengah kesulitan dana, beasiswa adalah salah satu penolong untuk tetap bisa melanjutkan kuliah. Pada Agustus 2025 ini, masih ada beberapa beasiswa yang bisa dicoba mahasiswa.

    Mulai beasiswa dari pemerintah, lembaga, dan perusahaan swasta. Ada yang memberikan biaya fully funded untuk uang kuliah hingga biaya hidup yang nilainya lumayan untuk kantong mahasiswa.

    Mengutip laman resmi masing-masing penyedia, berikut daftar beasiswa D3, D3, S1, S2 dan S3 yang masih buka pada Agustus 2025:


    Daftar Beasiswa S1-S3 yang Masih Buka pada Agustus 2025

    1. Beasiswa Cendekia Baznas

    Badan Zakat Nasional (Baznas) kembali menawarkan Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) tahun 2025. Periode pendaftaran BCB dibuka hingga 12 Agustus 2025.

    Namun, untuk beasiswa kali ini hanya berlaku untuk Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. BCB memberikan pendanaan uang kuliah tunggal (UKT) hingga Rp 4 juta per semester.

    Beasiswa ini berlaku bisa dicoba mahasiswa D4/S1 yang berkuliah di prodi science, technology, engineering and mathematics (STEM). Ada tiga kategori beasiswa yang tersedia yakni kategori prestasi, aktivis, dan disabilitas.

    Untuk informasi lengkap seputar beasiswa, detikers bisa mengaksesnya lewat laman https://sister.uinkhas.ac.id/ ya. Pendaftaran juga dapat dilakukan di link tersebut.

    2. Beasiswa LPDP-Kemenpora

    Detikers adalah atlet olahraga? Jika ingin melanjutkan S2 atau S3 dengan prestasi olahragawan bisa memanfaatkan beasiswa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini.

    Tak hanya olahragawan, seorang ahli gizi, pelatih, sport scientist juga boleh mencobanya. Beasiswa dari pemerintah ini akan menanggung dana pendaftaran, dana SPP, tunjangan buku, biaya transportasi, biaya hidup bulanan, asuransi kesehatan, dan masih banyak lagi.

    Apa saja syaratnya? Syarat utama pelamar beasiswa Kemenpora-LPDP ini antara lain berusia maksimal 40 tahun (S2), 45 tahun (S3), mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris, punya prestasi juara olimpiade olahraga minimal tingkat ASEAN (bagi pemilih jalur prestasi).

    Syarat lebih lengkap bisa detikers lihat pada laman ini https://lpdp.kemenkeu.go.id/en/beasiswa/targeted/beasiswa-keolahragaan. Pendaftaran beasiswa akan ditutup pada 12 Agustus 2025.

    3. Bright Scholarship

    Jika ingin mendapat beasiswa dalam negeri dengan pembiayaan fully funded untuk UKT dan dapat asrama gratis, Bright Scholar dapat jadi pilihan yang cocok. Selain itu, awardee beasiswa akan diberikan pembinaan dari Lembaga Filantropi Islam YGM BriLian.

    Syarat yang harus dipenuhi pelamar Bright Scholarship antara lain mahasiswa D4/S1 di kampus mitra, punya pengalaman organisasi, mampu membaca Al-Qur’an, dan siap menjalani pembinaan selama di asrama.

    Pendaftaran Bright Scholarship bisa dilakukan lewat https://brilianscholarship.id/bright/pendaftaran. Jangan lupa, pendaftaran ditutup pada 10 Agustus 2025.

    4. Beasiswa Sehat

    Beasiswa Sehat diadakan oleh Kementrian Kesehatan dan Yayasan Khouw Kalbe untuk mahasiswa baru D3 Poltekkes yang ada di seluruh Indonesia. Beasiswa akan membantu mahasiswa lewat dana pendidikan maksimal Rp 10 juta per semester.

    Untuk mendaftar, mahasiswa harus menyiapkan syarat dokumen identitas diri, hingga rapor selama SMA/sederajat. Untuk bisa daftar, pelamar harus mempunyai nilai rapor kelas 10-12 minimal 80.

    Batas pendaftaran pada 8 Agustus 2025. Ayo segera lakukan pendaftaran di bit/ly/DaftarBeasiswaSEHATD3 ya.

    5. Paragon Scholarship

    Perusahaan Paragon Corp meluncurkan Paragon Scholarship Program 2025. Beasiswa ini senilai Rp 20 juta untuk bantuan dana UKT dan pengembangan diri.

    Penerima adalah mahasiswa D3/D3/S1 yang masih dalam semester 1. Syarat lainnya harus mempunyai skor UTBK SNBT minimal 640 dan rerata nilai rapor SMA/sederajat minimal 88 (untuk jalur PSP Excellence).

    Sementara untuk jalur PSP Elevate mempunyai skor UTBK SNBT minimal 550 dan rerata nilai rapor SMA/sederajat minimal 80. Pendaftaran masih terbuka sepanjang Agustus (deadline tanggal 31). Link daftar beasiswa ini yakni http://bit.ly/ApplyPSP2025.

    Sudah tahu mau daftar beasiswa yang mana? Yuk segera siapkan berkas pendaftaran sebelum ketinggalan!

    (cyu/pal)


    Cicin Yulianti


    Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Kementrans Siapkan Beasiswa Patriot 2026, Menteri: Uang Saku di Atas LPDP



    Jakarta

    Kementerian Transmigrasi akan meluncurkan Beasiswa Patriot mulai 2026. Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mengatakan nilai uang saku akan melebihi program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    “Insya Allah tahun depan, kami dari Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan perguruan tinggi, kami akan membuka Beasiswa Patriot. Saya mintakan hitung uang sakunya di atasLPDP. Walaupun mungkin lebih Rp100 ribu, yang penting jangan sama denganLPDP,” kata Iftitah dalam Antara, dikutip Minggu (24/8/2025).


    Beasiswa Patriot l akan diberikan kepada mahasiswa terpilih untuk jenjang pendidikan sarjana, sarjana terapan, dan pascasarjana di perguruan tinggi terbaik dalam maupun luar negeri.

    “Untuk utamanya S2, tetapi nanti kami akan kembangkan juga untuk S3,” katanya.

    Para mahasiswa yang menerima Beasiswa Patriot akan kuliah di kawasan transmigrasi selama sekitar tiga semester.

    “Saya ingin para mahasiswa tidak hanya pintar secara teori, tetapi bisa mengaplikasikan ilmunya di lapangan. Saya ingin kawasan transmigrasi jadi laboratorium hidup,” tuturnya.

    Meski kuliah di kawasan transmigrasi, para mahasiswa tetap terdaftar di perguruan tinggi masing-masing.

    “Terdapat di kampus masing-masing. Kuliahnya di kawasan transmigrasi, tapi kita bikin semacam modular box di sana. Yang jelas nanti internet kita hadirkan yang terbaik,” ujar Iftitah.

    Beasiswa Patriot akan beriringan dengan program Transmigrasi Patriot yang saat ini dalam tahap awal dengan pengiriman Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Tim ini berisikan para dosen, mahasiswa dan alumni perguruan tinggi. Tim pendahulu berawal dari tim Unpad guna menelusuri potensi di 154 kawasan transmigrasi seperti pertanian, kelautan, perikanan, pariwisata, atau lainnya.

    “Tim Ekspedisi Patriot ini adalah tim advance, tim pendahulu, untuk mendata dan memetakan di situ potensinya ada apa. Kalau sudah jelas potensinya, maka Kementerian Transmigrasi sebagai main group menindaklanjuti,” ujarnya.

    Tentang Beasiswa Patriot

    Beasiswa Patriot adalah beasiswa yang menawarkan pendidikan tinggi, pelatihan sebagai tentara cadangan dan penempatan di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi. Berdasarkan laman resminya, beasiswa ini meliputi:

    Beasiswa Pendidikan
    Pendidikan di universitas terbaik dengan kurikulum khusus.

    Komponen Cadangan
    Pengembangan karakter dan ketahanan sebagai Tentara Komponen Cadangan.

    Penempatan Strategis
    Setelah lulus, penerima beasiswa akan ditempatkan di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi dalam rangka pembangunan.

    Penerima Beasiswa Patriot akan terikat dalam ikatan dinas selama periode tertentu untuk mencapai misi swasembada nasional, mendorong pembangunan ekonomi, dan menjaga persatuan Indonesia.

    Adapun pendaftaran terbuka untuk pelajar terbaik dari berbagai disiplin ilmu. Beasiswa diprioritaskan untuk pelajar jurusan teknik, pertanian, dan kesehatan. Proses seleksi meliputi tes akademik, psikologi, kesehatan, dan wawancara untuk mendapatkan kandidat terbaik.

    Beasiswa Patriot akan didistribusikan mulai tahun 2026 mendatang dengan target 2.000 penerima. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

    (nir/twu)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Provinsi Terbanyak Penerima Beasiswa LPDP, Mayoritas dari Pulau Jawa



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mengeluarkan daftar provinsi terbanyak penerima beasiswa LPDP 2024. Apa provinsi terbanyak?

    Menurut laporan tersebut, per 31 Desember 2024 ada 54.149 orang. penerima beasiswaLPDP yang telah memiliki kontrak dengan universitas di 45 negara di seluruh dunia. Negara dengan tujuan terbanyak penerimaLPDP 2024 adalah Indonesia yaitu 25.473 orang.


    Putra-putri terbaik bangsa itu tersebar dari seluruh provinsi di Indonesia. Namun, ada 15 provinsi terbanyak penyumbang penerima beasiswa LPDP 2024.

    15 Provinsi Terbanyak Penerima Beasiswa LPDP

    Menurut unggahan Instagram @lpdp_ri, berikut 15 provinsi terbanyak penerima beasiswa LPDP 2024:

    1. Jawa Barat (17,3%)
    Sebanyak 9.317 orang

    2. Jawa Timur (12,7%)
    Sebanyak 6.902 orang

    3. DKI Jakarta (11,8%)
    Sebanyak 6.412 orang

    4. Jawa Tengah (10,3%)
    Sebanyak 5.570 orang

    5. Daerah Istimewa Yogyakarta (5,3%)
    Sebanyak 2.852 orang

    6. Banten (4,7%)
    Sebanyak 2.564 orang

    7. Nusa Tenggara Timur (4,3%)
    Sebanyak 2.335 orang

    8. Sulawesi Selatan (4,3%)
    Sebanyak 2.337 orang

    9. Sumatera Utara (2,7%)
    Sebanyak 1.489 orang

    10. Sumatera Barat (2,5%)
    Sebanyak 1.358 orang

    11. Aceh (2,1%)
    Sebanyak 1.126 orang

    12. Maluku (1,9%)
    Sebanyak 1.010 orang

    13. Nusa Tenggara Barat (1,9%)
    Sebanyak 1.103 orang

    14. Lampung (1,6%)
    Sebanyak 886 orang

    15. Papua (1,6%)
    Sebanyak 865 orang

    10 Negara Favorit untuk Studi LPDP 2024

    Negara tujuan terbanyak penerima LPDP 2024 adalah Indonesia dengan total 25.473 orang. Jika melihat ke luar negeri, ada 10 negara lainnya yang menjadi negara favorit untuk studi LPDP, berikut daftarnya:

    1. Inggris Raya (United Kingdom/UK): 6.966 orang

    2. Australia: 4.373 orang

    3. Amerika Serikat: 2.624 orang

    4. Belanda: 2.479 orang

    5. Jepang: 714 orang

    6. Swedia: 373 orang

    7. Selandia Baru: 351 orang

    8. Jerman: 308 orang

    9. Singapura: 290 orang

    10. China: 248 orang

    10 Kampus Tujuan Studi LPDP Dalam Negeri Tahun 2024

    Jika di dalam negeri, penerima LPDP paling banyak memilih UGM sebagai kampus untuk melanjutkan studi pasca sarjana mereka. Diikuti dengan UI, ITB, dan IPB University. Berikut daftarnya:

    1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 6.187 orang

    2. Universitas Indonesia (UI)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 4.055 orang

    3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 2.433 orang

    4. IPB University

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 1.636 orang

    5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 1.227 orang

    6. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 1.151 orang

    7. Universitas Airlangga (Unair)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 1.001 orang

    8. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 957 orang

    9. Universitas Brawijaya (UB)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 785 orang

    10. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    Jumlah mahasiswa penerima LPDP: 671 orang

    Itulah 15 provinsi terbanyak penerima beasiswa LPDP 2024. Ada wilayahmu?

    (nir/pal)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • 20 Kampus Tujuan Awardee LPDP Terbanyak di Dalam Negeri Tahun 2024, Cek!


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengeluarkan laporan tahunan atau annual report LPDP 2024, Kamis (21/8/2025). Laporan ini memuat seluruh rangkaian perjalanan dan pencapaian LPDP selama 2024, termasuk tentang kampus tujuan yang menerima peserta terbanyak.

    Secara garis besar ada tujuh pekerjaan yang telah dikerjakan LPDP selama 2024. Seperti, mengelola Rp 154,11 triliun dana abadi di bidang pendidikan, merekrut 8.952 orang calon penerima beasiswa LPDP dalam 2 gelombang seleksi, mendukung keberlanjutan riset dengan dana Rp 443,831 miliar, hingga menyalurkan manfaat LPDP kepada 348 orang seniman dan budayawan.

    Selain itu, laporan ini juga memuat daftar 20 kampus tujuan dalam dan luar negeri yang menerima peserta LPDP terbanyak di 2024. Dikutip dari dokumen terkait, Kamis (21/8/2025) berikut ini daftar kampus tersebut khusus tujuan dalam negeri selengkapnya.


    20 Kampus Tujuan Studi Awardee LPDP Dalam Negeri Tahun 2024

    1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    • Jumlah awardee LPDP: 6.187 orang

    2. Universitas Indonesia (UI)

    • Jumlah awardee LPDP: 4.055 orang

    3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    • Jumlah awardee LPDP: 2.433 orang

    4. IPB University

    • Jumlah awardee LPDP: 1.636 orang

    5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

    • Jumlah awardee LPDP: 1.227 orang

    6. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

    • Jumlah awardee LPDP: 1.151 orang

    7. Universitas Airlangga (Unair)

    • Jumlah awardee LPDP: 1.001 orang

    8. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    • Jumlah awardee LPDP: 957 orang

    9. Universitas Brawijaya (UB)

    • Jumlah awardee LPDP: 785 orang

    10. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    • Jumlah awardee LPDP: 671 orang

    11. Universitas Negeri Malang (UM)

    • Jumlah awardee LPDP: 637 orang

    12. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    • Jumlah awardee LPDP: 596 orang

    13. Universitas Diponegoro (Undip)

    • Jumlah awardee LPDP: 521 orang

    14. Institut PTIQ Jakarta

    • Jumlah awardee LPDP: 460 orang

    15. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    • Jumlah awardee LPDP: 440 orang

    16. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

    • Jumlah awardee LPDP: 319 orang

    17. Universitas Udayana

    • Jumlah awardee LPDP: 228 orang

    18. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    • Jumlah awardee LPDP: 206 orang

    19. Universitas Negeri Makassar (UNM)

    • Jumlah awardee LPDP: 191 orang

    20. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

    • Jumlah awardee LPDP: 139 orang

    Bila ingin melihat laporan tahunan LPDP 2024 secara lebih lengkap, detikers bisa mengujungi tautan http://s.kemenkeu.go.id/ARLPDP.

    Demikianlah daftar 20 kampus penerima peserta LPDP terbanyak di dalam negeri tahun 2024. Apakah salah satunya ada kampus impianmu detikers?

    (det/pal)


    Devita Savitri


    Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom sejak 2023. Tertarik dan aktif meliput isu terkait pendidikan dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Pemprov Jakarta Godok Beasiswa Kuliah ke LN seperti LPDP, Target 100 Mahasiswa



    Jakarta

    Gubernur Jakarta, Pramono Anung ungkap tengah menggodok sebuah program bantuan kuliah seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini akan memungkinkan putra-putri Jakarta berkuliah di luar negeri.

    “Saya lagi mempersiapkan Jakarta akan memberikan seperti LPDP, mahasiswa Jakarta boleh sekolah di luar negeri atas tanggung jawab pemerintah Jakarta,” ujar Pramono dikutip dari postingan media sosial Instagram resminya, Minggu (14/9/2025).

    Bagi Pramono, pendidikan adalah jendela untuk membaca dunia, membuka wawasan, dan memperluas mimpi. Dengan kebijakan beasiswa ini, putra-putri Jakarta diharapkan mendapat kesempatan belajar yang lebih luas, sehingga kualitas hidupnya meningkat.


    “Bukan hanya sekedar literasi atau membaca, tetapi yang penting adalah proses interaksi supaya wawasannya harus bisa melihat persoalan dunia dan itu saya yakin akan memberikan langkah yang baik bagi anak-anak kita semuanya,” ungkap Pramono.

    “Sejatinya, investasi terbesar sebuah kota adalah pada manusianya,” imbuhnya.

    Target 100 Mahasiswa

    Pada kesempatan berbeda, Pramono kembali menyebutkan akan meluncurkan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dengan skema seperti LPDP. Program ini akan berjalan tahun 2026 dengan kuota awal 100 mahasiswa.

    “Jadi saya akan mempersiapkan, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Kalau bisa 100 aja mahasiswa yang kita berikan LPDP, dengan pola Jakarta ya, yang bisa sekolah ke luar negeri,” tuturnya melansir detikNews.

    Program ini akan difokuskan bagi mahasiswa Jakarta yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Terutama bagi mereka yang tidak beruntung secara ekonomi.

    “Saya yakin akan jadi modal yang baik untuk anak-anak Jakarta, terutama bagi yang tidak beruntung, karena itu saya ingin diberikan bagi yang tidak beruntung,” katanya.

    Melalui program ini, Pramono berharap SDM Jakarta bisa meningkat dan sang anak bisa membuka wawasan dalam keluarganya.

    “Selain memotong garis ketidakberuntungan, mempersiapkan SDM yang lebih baik, kemudian juga membuka wawasan bagi anak-anak itu dalam keluarganya. Jadi saya akan lakukan itu,” tandas Pramono.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • LPDP 2025: Syarat, Jadwal Pendaftaran, dan Cara Lolos


    Jakarta

    Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi salah satu bantuan pendidikan tinggi bergengsi dari pemerintah Indonesia. Bantuan ini meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, dan transportasi, aplikasi visa, asuransi kesehatan, dan lainnya untuk kampus dalam dan luar negeri.

    Setiap tahunnya, LPDP membuka 2 tahap pendaftaran. Untuk LPDP 2025 sendiri, kedua tahap pendaftaran sudah rampung dilaksanakan.

    LPDP tahap 1 membuka pendaftaran pada Januari lalu, sedangkan tahap 2 dimulai Juni-Juli lalu. Saat ini, seleksi LPDP tahap 2 tahun 2025 masih berlangsung dan segera memasuki tes Seleksi Bakat Skolastik.


    Meskipun pendaftaran LPDP 2025 pada dua tahap tersebut telah selesai, detikers tetap bisa mempersiapkan diri untuk seleksi tahun mendatang, mengingat beasiswa ini dibuka setiap tahun. Dirangkum dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Jumat (12/9/2025), berikut penjelasannya.

    Syarat Pendaftaran LPDP 2025

    Pada dasarnya, LPDP memiliki berbagai program beasiswa di mana setiap program memiliki syarat pendaftaran yang berbeda-beda. Namun, ada syarat umum yang harus dipenuhi seluruh pendaftar LPDP, yaitu:

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Telah menyelesaikan studi D4/S1 untuk program magister dan S2 untuk jenjang doktor

    3. Pendaftar yang menyelesaikan studi D4/S1 langsung doktor diperbolehkan mendaftar dengan ketentuan tambahan.

    4. Pendaftar yang telah menyelesaikan S2/S3 tidak diizinkan mendaftar di jenjang yang sama.

    5. Pendaftar jenjang S3 diutamakan bagi yang melampirkan surat ketentuan tambahan.

    6. Pendaftar jenjang S3 yang merupakan lulusan dokter spesialis atau subspesialis dapat menggunakan transkrip nilainya untuk memenuhi syarat IPK.

    7. Bagi pendaftar lulusan kampus luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya wajib melampirkan penyetaraan ijazah dan hasil konversi IPK dari Kemdiktisaintek.

    8. Mahasiswa on going bisa mendaftar dengan ketentuan tambahan.

    9. Mahasiswa dokter spesialis/subspesialis yang tengah berkuliah bisa mendaftar program S2/S3 dengan ketentuan tambahan.

    10. Pendaftar yang pernah menempuh studi S2/S3, tapi tidak selesai diperbolehkan mendaftar dengan bukti surat pemberhentian/sejenisnya.

    11. Melampirkan surat rekomendasi yang diterbitkan paling lama 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.

    12. Pendaftar PNS wajib melampirkan surat usulan atau rekomendasi dari pejabat sekurang-kurangnya setingkat eselon II.

    13. Lulusan sekolah kedinasan bisa mendaftar, asal belum diangkat menjadi CPNS dan mendapatkan izin.

    14. Pendaftar prajurit TNI wajib melampirkan usulan atau surat rekomendasi yang ditandatangani pejabat pada MABES TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU.

    15. Pendaftar berstatus POLRI wajib melampirkan surat usulan atau surat rekomendasi yang ditandatangani pejabat pada MABES POLRI.

    16. Memilih perguruan tinggi tujuan dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP

    17. Beasiswa LPDP hanya diperuntukkan bagi kelas reguler/kelas yang ditetapkan oleh LPDP.

    18. Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan

    19. Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan pada aplikasi pendaftaran

    20. Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia

    21. Menulis Proposal Penelitian untuk pendaftar S3

    22. Jika memiliki publikasi ilmiah, prestasi, dan pengalaman organisasi maka harus dilengkapi pada aplikasi pendaftaran.

    Jadwal Pendaftaran LPDP 2025

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, LPDP 2025 dibuka dalam dua tahap. Jadwal dari kedua tahap tersebut yakni:

    Tahap 1

    • Pendaftaran: 17 Januari 2025
    • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

    Tahap 2

    • Pendaftaran seleksi: 30 Juni – 31 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 1 Agustus – 21 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
    • Pengajuan sanggah: 23 – 25 Agustus 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
    • Seleksi bakat skolastik: 15 – 25 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
    • Seleksi substansi: 7 Oktober – 19 November 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025
    • Periode perkuliahan dimulai: Paling cepat Bulan Januari 2026

    Cara Lolos Beasiswa Bergengsi LPDP 2025

    Tips untuk lolos beasiswa LPDP biasanya diberikan para awardee. Salah satunya disampaikan oleh Muhammad Arif Raihannur, awardee LPDP yang berhasil menerima tiga letter of acceptance (LoA) dari kampus tersohor dunia.

    Ketiganya yaitu, University of Manchester, University of New South Wales (UNSW) Sydney, dan The University of Auckland. Tips yang diberikan Raihan yakni:

    1. Harus mengerti esai yang dibuat dan belajar wawancara secara mendalam

    2. Percaya diri dan jangan takut untuk mengakui kegagalan yang pernah terjadi di masa lalu

    3. Mengetahui isu terkini di Indonesia akan sangat membantu saat proses wawancara dan penulisan esai

    4. Mematangkan tujuan setelah lulus bahkan dari sebelum mendaftar

    Selain Raihan, ada tips lain yang diberikan oleh awardee LPDP sekaligus alumnus Universitas Airlangga, Umar Syaroni. Menurutnya ada tiga tips utama untuk lolos program LPDP terutama studi S3 di luar negeri, yaitu:

    1. Perencanaan Matang

    Berdasarkan pengalaman Umar, ia memerlukan waktu minimal enam bulan untuk mempersiapkan berbagai berkas pendaftaran beasiswa LPDP.

    Berbagai berkas yang dibutuhkan itu seperti tes bahasa Inggris, transkrip ijazah, surat rekomendasi, commitment essay, proposal penelitian studi S2 dan surat lainnya. Berkas-berkas tersebut wajib diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah.

    2. Surat Rekomendasi

    Surat rekomendasi merupakan salah satu berkas yang disyaratkan dalam pendaftaran beasiswa LPDP. Menurut Umar, mintalah surat rekomendasi dari seseorang yang mengenal kita dari segi pribadi maupun profesional.

    Dari pengalamannya, ia meminta surat rekomendasi dari tiga sosok akademisi yang dekat dengannya. Dari dosen, dosen pembimbing hingga dosen pembimbing akademik.

    3. Promotor

    Promotor adalah dosen di perguruan tinggi yang memiliki kepakaran dengan topik penelitian yang akan diajukan. Kesesuaian pakar dengan topik penelitian ini akan mendukung detikers untuk bisa lolos LPDP dengan mudah.

    Promotor juga akan mendampingi proses riset selama menjalani pendidikan di kampus tujuan. Untuk itu, hal ini juga harus diperhatikan.

    Umar menyebutkan, cara paling mudah untuk mencari promotor adalah melalui Google Scholar. Pertama, cari penelitian yang mirip dengan tema yang akan dilakukan.

    Selanjutnya, lihat dosen serta kepakaran beliau. Lalu kirimkan CV, proposal penelitian dan motivation letter via email dan tunggu balasannya.

    Itulah berbagai serba-serbi pendaftaran LPDP 2025. Semoga bermanfaat untuk menyiapkan pendaftaran di 2026 ya detikers!

    (det/nah)


    Devita Savitri


    Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom sejak 2023. Tertarik dan aktif meliput isu terkait pendidikan dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com

  • Komisi XI DPR Usul Beasiswa LPDP Prioritaskan Siswa Tak Mampu



    Jakarta

    Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio memberikan sejumlah masukan pada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurutnya, beasiswa yang dikelola institusi di bawah Kementerian Keuangan ini perlu diprioritaskan bagi pelajar tidak mampu, baru kemudian yang berprestasi.

    Ia menilai yang berprestasi belum tentu tidak mampu. Sebagian pelajar berprestasi di Indonesia menurutnya, memiliki orang tua dengan kemampuan finansial di atas rata-rata.

    “Kan itu beasiswa, satu harus berprestasi, kedua tidak mampu. Tapi kalau saya boleh tekankan yang tidak mampu dulu, Pak,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI dengan eselon I Kementerian Keuangan pada Kamis (11/9/2025).


    Selain itu, Primus juga menyarankan agar LPDP lebih transparan dalam pelaporan penerima beasiswa. Ia turut menekankan agar persyaratan beasiswa tidak perlu diperberat, sebab nantinya akan terseleksi dengan sendirinya.

    “Ini kan yang setiap tahun dilaporkan ke publik itu cuma agregat saja, yang diterimanya saja. tapinya ke mana, dari mananya. Nah, ini perlu ke depan Pak, dibuka. Orang ini bagaimana diterima,” jelasnya.

    Ia menceritakan ada salah satu keponakannya yang memperoleh beasiswa hukum di Universitas Leiden, Belanda. Keponakannya itu yatim dan hendak dibantunya, tetapi bantuan tersebut juga masih kurang. Primus menyadari beasiswa pun memerlukan kebutuhan yang besar.

    Ia membandingkan dirinya yang memiliki privilese pun tidak serta merta mampu, apalagi masyarakat Indonesia yang lain.

    “Mau dia S2, nggak mungkin bisa dapat, kecuali punya akses. Nah, akses ini Pak, yang harus transparan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan ini, mantan aktor tersebut pun menegaskan LPDP butuh inovasi baru dalam mekanisme beasiswa. Pasalnya, masyarakat memiliki hak yang sama, tetapi tidak semua bisa mengakses, khususnya pelajar-pelajar yang berada di Indonesia bagian timur.

    “Mereka punya hak yang sama, tetapi tidak bisa mengakses,” sebutnya.

    (nah/pal)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)



    Sumber : www.detik.com